Selasa, 05 Desember 2017

Hakikat Ideologi Dan Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

      A.  Hakikat Ideologi


1.      Pengertian Ideologi

Istilah ideologi berasal dari bahsa yunani yaitu idein yang memiliki arti melihat. Selanjutnya istilah ideologi ini dalam bahsa Inggris menjadi Idea yang memiliki arti gagasan, cita-cita, konsep serta kata logis yang berati ajaran. Istilah ideologi adalah ajaran atau ilmu mengenai gagasan dan buah pikiran atau science des idea.

Beberapa pendapat mengenai ideologi yang dikemukakan para ahli sebagai berikut: 
a.      Hegel
Dalam bukunya “An introduction to Hegel, fredom, Truth and History” karangan Stephen Houlgate (2005) Ideologi adalah produk kebudayaan dari suatu masyarakat. Dalam arti tertentu Ideologi merupakan manifestasi kenyataan sosial.

b.      Soerjono Poespowardojo
Dalam bukunya yang berjudul “Fisafat Ilmu pengetahuan  (2000) di sebutkan bahwa Ideologi adalah konsep pengetahuan dan nilai yang secara keseluruhan menjadi landasan bagi seorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya serta menentukan sikap dasar untuk mengolahnya.

c.       Nicollo Machiavelli
Ideologi adalah pengetahuan mengenai cara menyembunyikan kepentingan mendapatkan, serta mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi-konsepsi keagaman dan tipu daya.

d.      Gunawan Setiardjo
Ideologi adalah kumpulan ide, gagasan, atau akidah yang melahirkan aturan aturan dalam kehidupan

2.      Fungsi Ideologi

Begitu penting ideologi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara beberapa fungsi sebagai berikut:

a.      Struktur Kognitif, yaitu keseluruh pengetahuan yang merupakan landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia serta kejadian kejadian dalam alam sekitarnya.
b.      Memberikan norma norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang atau masyarakat untuk melangkah dan bertindak.
c.       Memberikan bekal dan jalan bagi seseorang atau masyarakat untuk menemukan identitasnya.
d.      Kekuatan yang mampu menyemangati dan mendorong seseorang atau masyarakat untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan.

3.      Kekuatan Ideologi

Kekuatan Ideologi tergantung pada 3 Dimensi yang terdapat dalam ideologi tersebut, yaitu sebagai berikut:

a.      Dimensi Realita
Nilai nilai dasar yang terkandung dalam ideologi tersebut secara rill hidup di dalam dan bersumber dari budaya dan pengalaman sejarah masyarakat atau bangsa nya.

b.      Dimensi Idealisme
Nilai nilai dasar ideologi tersebut mengandung idealisme yang memberikan harapan masa depan yang lebih baik melalui pengalaman.

c.       Dimensi fleskibilitas(pengembangan)
Ideologi tersebut mempunyai keluwesan yang merangsang pengembangan pemikiran pemikiran baru yang relavan dengan ideologi yang bersangkutan tanpa menghilangkan jati diri yang terkandung pada niali nilai dasar tersebut.

4.      Makna ideologi
Makna ideologi bagi suatu negara dapat diartikan sebagai cita cita dari negara tersebut.

a.      Ideologi memiliki derajat yang tinggi sebagai nilai hidup Bangsa dan Negara
b.      Ideologi dapat mewujudkan satu asas kerohanian pandangan dunia dan pandangan hidup.

    B.      Pancasila sebagai Ideologi terbuka  

1.      Ciri ciri pancasila sebagai Ideologi terbuka
a.      Nilai Nilai dan cita cita tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan diambil dari moral dan budaya masyarakat itu sendiri
b.      Bukan berdasarkan keyakinan Ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah
c.       Nilai nilai itu bersifat dasar dan hanya secara garis besar, sehingga tidak langsung operasional.

2.      Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan
a.      Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembanguna
Di era orde baru pancasila sebagai dasar negara banyak dijadikan sebagai simbol negara dan tidak dihayati serta dilaksanakan dalam hidup berbangsa dan bernegara. Akhirnya, yang masih tersisa sebagian aset nasional dan dapat dijadikan milik bersama adalah pembukaan UUD 1945 dengan nilai-nilai luhurnya yang menjadi satu kesatuan secara teringtegratif dengan pancasila sebagai dasar dan sumber nilai.

b.      Pengertian pancasila sebagai sumber nilai
Pancasila telah menjadi istilah resmi sebagai dasar falsafah negara republik indonesia, baik ditinjau dari sudut bahasa maupun dari sudut sejarah.

Hal tersebut dapat dilihat secara etimologi atau secara terminologi.

Secara etimologi
Menurut Lughatnya, Pancasila berasal dari bahasa India, yakni Bahasa Sansakerta (bahasa Kasta Brahmana, sementara bahasa rakyat jelata ialah prakerta) menurut Muhammad Yamin, Pancasila memiliki dua mancam arti yaitu panca artinya lima, syila dengan (i) bisa (pendek) panjang artinya peraturan tingkah laku yang penting, baik. Kata sila di dalam bahasa indonesia menjadi susila artinya tingkah laku baik.

Secara Terminologi
pada 1 juni 1945, dalam sidang Badan Persiapan Usaha usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) perkataan pancasila artinya lima asas dasar digunakan oleh Presiden Soekarno untuk memberi nama pada lima prinsip dasar negara Indonesia yang diusulkannya. Perkataan berikut diusulkan oleh Muhammad Yamin

c.       Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
Pancasila sering disebut sebagai dasar falsafah negara (dasar falsafah Negara) dan ideologi negara. Pancasila dipergunakan sebagai dasar untuk mengatur penyelenggaraan negara. Pengertian pancasila sebagai dasar negara, sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945 ” maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Dasar Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

d.      Pancasila sebagai Paradigma pembangunan
Kata pardigma berasal dari bahasa Inggris “paradigm” yang berarti model, pola, atau contoh. Paradigma juga berarti suatu gugusan sistem pemikiran, cara pandang, nilai-niali, metode-metode,prinsip dasar, atau cara pemecahan masalah yang dianut suatu masyarakat tertentu. Pancasila adlaah paradigma, sebab pancasila dijadikan landasan, acuan, metode, niali, dan tujuan yang ingin yang dicapai dalam program pembangunan.


    C.     Bersikap positif terhadap Pancasila

sikap positif warga negara terhadap Pancasila didasari oleh fungsi Pancasila. Pancasila berfungsi sebagai Negara yang statis karena merupakan landasan berdirinya Negara kesatuan Republik Indonesia, tuntunan yang dinamis karena Pancasila bersifat fleksibel dan dapat di sesuaikan dengan perubahan zaman (inilah mengapa Pancasila dimaknai sebagai Ideologi terbuka). Pengamalan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut:

a.      Pengamalan secara Objektif
Pengalaman secara objektif adalah melaksanakan dan menaati peraturan perundang-undangan sesuai norma hukum Negara yang berlandaskan Pancasila. Pengamalan secara objektif bersifat memaksa dan disertai sanksi hukum, artinya siapa yang melanggar norma hukum akan diberikan sanksi.

b.      Pengamalan secara Subjektif
Pengamalan secara subjektif adalah menjalankan nilai nilai Pancasila yang berwujud norma etika secara pribadi atau kelompok sebagai pedoman bersikap dan bertingkah laku. Pancasila menjadi sumber etika dalam bersikap dan bertingkah laku setiap warga Negara dan penyelenggaraan Negara. Etika kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersumber pada nilai nilai Pancasila sebagaimana tertuang dalam ketetapan MPR No. VI/MPR/2001 adalah norma norma etika yang dapat kita amalkan. Pelanggaran terhadap norma etika tidak mendapatkan sanksi hukum.   



0 komentar

Posting Komentar